Program TPS Literasi + TKA Matpel Wajib khusus siswa kelas 10. Bukan kelas drilling — ini adalah proses membangun cara berpikir yang benar sejak awal, agar tidak perlu panik saat kelas 12.
Banyak orang tua berpikir: "Kelas 10 masih terlalu awal." Tapi setiap tahun kami melihat sebaliknya — siswa yang mengalami kesulitan di kelas 12 bukan karena mereka tidak cukup pintar. Tapi karena fondasinya tidak sempat dibangun.
Kemampuan numerasi dan literasi yang diuji UTBK adalah hasil kebiasaan yang dibangun dari pelatihan — melalui kebiasaan berpikir yang dijalankan dalam beberapa bulan, ia tumbuh perlahan, dari lakukan.
Belum ada tekanan ujian nasional, belum ada UTBK. Ini fase paling ideal untuk memulai ritme belajar sehat — tanpa harus mengorbankan kehidupan remaja.
Siswa yang punya fondasi kuat di kelas 10–11 tidak perlu mulai dari nol saat kelas 12. Mereka tinggal mengeksekusi — bukan membangun ulang semuanya dalam kepanikan.
"Di kelas 10, siswa belum perlu belajar dengan rasa panik. Tapi mereka juga tidak perlu menunggu sampai semuanya terasa terlambat. Perjalanan akademik yang lebih tenang biasanya dimulai dari fondasi yang dibangun lebih awal."
Program berlangsung hampir satu tahun ajaran penuh dengan ritme belajar yang tumbuh bertahap — bukan drilling brutal.
Program mencakup dua bagian yang diintegrasikan — TPS Literasi dengan fondasi penalaran bernalar, dan penguatan akademik SMA (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) agar nilai sekolah tetap terjaga.
Evaluasi bukan untuk memberi tekanan — melainkan untuk memetakan perkembangan siswa secara bertahap dan membantunya memahami area yang perlu diperkuat.
Program ini bukan untuk semua siswa. Pahami dulu agar ekspektasi sesuai — dan agar ananda mendapat program yang benar-benar cocok.
Tiga pilihan format belajar — semua materi sama, berbeda di ukuran grup dan intensitas perhatian tutor. Bayar langsung lunas mendapat potongan langsung tanpa perlu batas waktu.
Karena kemampuan bernalar tidak dibangun dalam satu tryout atau satu semester singkat. Ia dibangun perlahan: melalui kebiasaan berpikir, latihan yang konsisten, dan lingkungan belajar yang sehat.
Konsultasi dengan Kang Didin