Program persiapan kelas 12 yang mengintegrasikan TPS UTBK dan TKA Matpel Wajib + Peminatan dalam satu jalur belajar — bukan dua sistem drilling terpisah yang membuat siswa lelah dan bingung.
Sebagian besar program persiapan kelas 12 membuat siswa merasa harus belajar dua sistem berbeda: satu untuk TKA, satu lagi untuk TPS. Yang terjadi kemudian: dua drilling terpisah, dua sumber lelah, dan waktu yang tidak pernah cukup. Kami merancang Prime 80 dengan filosofi yang berbeda.
TKA dan TPS bukan dua kemampuan yang terpisah. Keduanya membutuhkan literasi, numerasi, dan penalaran yang sama — hanya dengan konteks pertanyaan yang berbeda. Yang dibangun adalah fondasi berpikirnya, bukan dua sistem drilling paralel.
Program berjalan bertahap sejak awal kelas 12 — bukan intensif menjelang UTBK. Karena kesiapan tidak dibangun dari drilling terakhir, tapi dari akumulasi ritme belajar yang konsisten selama satu tahun ajaran.
"Siswa yang mengeksekusi UTBK dengan tenang bukan siswa yang belajar paling keras di 3 bulan terakhir. Melainkan siswa yang membangun fondasinya sejak jauh-jauh hari."
Semua siswa Prime 80 mendapat kurikulum TPS & TKA Wajib yang sama. Yang membedakan adalah track peminatan — bagian TKA Pilihan yang disesuaikan dengan target jurusan siswa.
Untuk siswa Teknik, Sains, IT, Arsitektur, MIPA
Untuk siswa Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, Kesehatan
Untuk siswa Bisnis, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi
Untuk siswa Humaniora, Sosial, Hukum, Komunikasi
Setiap fase punya tujuan spesifik. Bukan drilling berulang — melainkan ritme yang bertumbuh dari fondasi ke eksekusi, dari sekitar 10 bulan pendampingan.
Try out bukan sekadar mengecek nilai. Setiap TO punya fungsi diagnostik yang jelas — dan seluruhnya dianalisis dengan sistem IRT (Item Response Theory) untuk memetakan kemampuan sebenarnya.
Tiga format program — semua berbasis 80 sesi terintegrasi & 9× Try Out. Yang berbeda adalah moda kelas & intensitas perhatian tutor. Bayar langsung lunas mendapat potongan langsung tanpa perlu batas waktu.
Siswa yang mengeksekusi UTBK dengan tenang bukan siswa yang paling berbakat. Melainkan siswa yang membangun fondasinya sejak jauh-jauh hari, dengan ritme yang konsisten dan strategi yang jelas.
Konsultasi dengan Kang Didin